Jumat, 27 Januari 2012

Pendapatan nasional


MAKALAH
TEORI EKONOMI MAKRO
“ Perhitungan Pendapatan Nasional”

DOSEN PENGAMPU :
Fachrudiansyah, S,Pd.M,P
DISUSUN OLEH :
                                                          MURYATI (RRA1A110075)
                                   
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2011 / 2012



                                                        KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang mana ia telah memberikan nikmat dan karunia-nya pada kita. Kami dari penyusun makalah ini sangat banyak ucapkan terimakasih pada dosen pengampu Fachrudiansyah S,Pd.M,Pd kuliah 4 sks ada TEORI EKONOMI MAKRO  yang telah memberikan tugas ini pada kami, dengan pembahasan yang mana dengan adanya tugas ini dapat menambah wawasan, ilmu pengetahuan dan pengertian dalam berbudaya dan bersosialisasi sebagai makhluk hidup yang memiliki peradaban.
Dengan ini kami juga membutuhkan kritik, saran, kontribusi dan pertanyaan-pertanyaan yang membangun dan memperbaiki makalah kami kemasa yang akan datang, sebab tanpa adanya partisipasi, dukungan dan arahan dari dosen pengampu dan teman-teman sekalian kami tidak tahu kekurangan dan kelebihan dari tugas makalah kami ini.
Oleh karena itu kami memerlukan dengan hal yang yang berkaitan dengan apa yang telah diuraikan di atas tentang apa yang telah yang kami butuhkan kemasa yang akan datang dengan perkembangan wawasan, ilmu pengetahuan dan pengertian kami dalam TEORI EKONOMI MAKRO.
Dengan akhir kata kami hanturkan lagi ucap terimakasih pada dosen pengampu Fachrudiansyah S,Pd.M,Pd. dan  teman-teman sekalian.

Jambi,     November  2011

Penulis




PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
            Pokok bahasan dalam bab ini masih membahas kelanjutan dari pertemuan ke sebelas dan pokok bahasan ini merupakan pendalaman dari pembahasan yang telah di lakukan pada kegiatan-kegiatan belajar sebelumnya.secara rinci materi pembahasan pada pertemuan kedua belas ini meliputi:
a. Beberapa pengertian dasar tentang perhitungan agregatif
b. PDB menurut harga berlaku dan harga konstan
c. Manfaat dan keterbatasan perhitungan PDB
            Pemahaman materi di atas sangat bermanfaat untuk melengkapi pengetahuan dan pemahaman mengenai perhitungan pendapatan nasional.sehingga bermanfaat dalam memberikan gambaran tentang tingkat kesejahteraan dan tingkat produktivitas yang di capai oleh suatu Negara.
             
     


                       1.2  RUMUSAN MASALAH
                              Dari latar belakang diatas penulis merumuskan masalah perhitungan pendpatan nasional

1.3 TUJUAN PENULISAN
      Adapun tujuan di buatnya makalah ini adalah :
      1. Sebagai bahan diskusi kelompok
      2. Mengetahui cara perhitungan agregatif dalam ekonomi makro
      3. Mengetahui manfaat perhitungan PDB dalam analisis kemakmura

BAB II
PEMBAHASAN
                      Pengertian Dasar Tentang Perhitungan Agregatif
Tujuan perhitungan output maupun pengeluaran dan ukuran agregat lainnya adalah untuk menganalisa dan menentukan kebijakan ekonomi guna
memperbaiki/meningkatkan kemakmuran / kesejahteraan rakyat.Beberapa pengertian yang harus dipelajari berkaitan dengan hal tersebut yaitu :
a) Produk Domestik Bruto ( Gross Domestic Product)
Produk Domestik Bruto menghitung hasil produksi suatu perekonomian tanpa memperlihatkan siapa pemilik faktor produksi tersebut.Dalam perekonomian tersebut outputnya diperhitungkan dalam PDB,Akibatnya PDB kurang memberikan gambaran tentang berapa sebenarnya output Yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik perekonomian domestik.
b) Produk Nasional Bruto (Gross National Bruto)
Nilai produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik perekonomian disebut Produk  Nasional Bruto.Nilai produksi yang dihasilkan olehfaktor produksi yang berada diluar negeri harus ditambahkan.Angka yanng dihasilkan dari penjumlahan dan pengurangan terhadap PDB merupakan Produk Nasional Bruto.
Faktor-faktor produksi perekonomian yang ada diluar negeri dinotasikan sebagai PFLN.Sedangkan pendapatan faktor-faktor produksi yang ada didalam negeri dinotasikan sebagai PFDN.
PNB = PDB – PFLN + PFDN
Selisih antara PFLN dengan PFDN adalah pendapatan faktor produksi neto ( PFPN )  atau net factor income abroad
Dengan demikian dapat juga dikatakan :
PNB = PDB +PFPN
c) Produk Nasional Neto ( Net National Product)
Untuk memproduksi barang dan jasa dibutuhkan barang modal (capital goods).
Dalam perhitungan PDB berdasarkan pengeluaran, yang dimasukkan adalah total pengeluaran investasi bruto.Yang lebih relevan adalah investasi neto,yaitu investasi bruto dikurangi depresiasi.Untuk memperoleh gambaran output yang lebih akurat ,maka PNB harus dikurangi depresiasi.Angka yang dihasilkan merupakan Produk National Neto ( PNN).
PNN = PNB – Depresiasi
d) Pendapatan Nasional ( National Income )
Pendapatan nasional merupakan balas jasa atas seluruh faktor produksi yang digunakan.Angka PN dapat diturunkan dari angka PNN.Yaitu :
PN = PNN – PTL + S
PN = Pendapatan Nasional
PNN = Product National Neto
PTL =  Angka pajak tidak langsung
S     =  Subsidi
e) Pendapatan Personal ( Personal Income )
Pendapatan Personal adalah bagian dari pendapatan nasional yang merupakan hak-hak individu dalam perekonomian,sebagai balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.Untuk memperoleh angka PP dari PN maka laba perusahaan yang tidak dibagikan harus dikurangkan,sebab laba tidak dibagikan ( LTB ) merupakan hak perusahaan.Selain LTB pembayaran asuransi-asuransi sosial  ( PAS) juga harus dikurangkan.Pendapatan personal bukan saja diterima karena balas jasa atau kesediaan tetapi juga pendapatan bunga yang diterima dari pemerintah dan konsumen  ( PIGK ) atau personal interest income received from goverment and consumers dan pendapatan non balas jasa ( PNBJ ) atau transfer payment to persons.
PP  = PN – LTB – PAS PIGK = PNBJ
f) Pendapatan Nasional Disposabel (Disposabel Personal Income).
Yaitu pendapatan nasional yang dapat dipakai oleh individu, baik untuk membiayai konsumsinya maupun untuk ditabung.Besarnya adalah pendapatan personal dikurangi pajak atas pendapatan personal  ( PAP ) atau Personal taxes.
C + G + I + ( X – M ) = Produk Domestik Bruto (PDB)
Ditambah                          : Pendapatan Faktor Produksi Domestik yang ada di luar                                               negeri.
Dikurangi                          : Pembayaran Faktor Produksi  Luar Negeri Yang ada di                                                dalam Negeri
                                          = Produk Nasional Bruto ( PNB )
Dikurangi                          : Penyusutan                                                                             
                                          = Produk Nasional Netto ( PNN )
Dikurangi                          : Pajak tidak langsung
Ditambah                          : Subsidi                                                                                 
                                          = Pendapatan Nasional ( PN )
Dikurangi                          : Laba ditahan
Dikurangi                          : Pembayaran Asuransi Sosial
Ditambah                          : Pendapatan Bunga Personal dari Pemerintah Dan                                                         Konsumen.
Ditambah                          : Penerimaan Bukan Balas Jasa                                              
                                          = Pendapatan Personal
Dikurangi                          : Pajak Pendapatan Personal                                                    
                                          = Pendapatan Nasional Disposabel

2. PDB Harga Berlaku dan Harga Konstan
Nilai PDB suatu periode tertentu sebenarnya merupakan hasil perkalian antara harga barang yang diproduksi dengan jumlah barang yang dihasilkan.Untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat,maka perhitungan PDB sering menggunakan perhitungan berdasarkan harga konstan.Yang dimaksud dengan harga konstan adalah harga yang di anggap tidak berubah.
      Manfaat dari perhitungan PDB harga konstan, selain dengan segera dapat mengetahui apakah perekonomian mengalami pertumbuhan atau tidak, juga dapat mengalami perubahan harga(inflasi).
Inflasi = ( Deflator tahun t – Deflator tahun t – 1) x 100%
                                   (Deflator tahun t-1)
3. Manfaat dan keterbatasan perhitungan PDB
            a. Perhitungan PDB dan Analisis Kemakmuran
            Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk.angka tersebut di kenal sebagai angka PDB per kapita.biasanya makin tinggi angka PDB perkapita, kemakmuran rakyat di anggap makin tinggi.
            perserikatan bangsa-bangsa juga menggunakan angka PDB perkapita untuk menyusun kategori tingkat kemakmuran suatu negara.berdasarkan standar tahun 1992 , sebuah negara di katakan miskin bila PDB perkapitanya lebih kecil  dari pada UU$ 450,00. berdasarkan standar ini maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin.suatu negara di katakan makmur (kaya) jika PDB perkapitanya lebih besar dari pada UU$ 8.000,00. jika menggunakan standar ini, hanya sebagian kecil negara-negara di dunia ini yang di anggap kaya.negara-negara tersebut umumnya terletak di Eropa Barat dan Amerika Utara.kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak terlalu memperhatikan aspek disribusi pendapatan.Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran yang lebih rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara.

b. Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
            perhitungan PDB maupun PDB per kapita juga dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan sosial suatu masyarakat.umumnya tingkat kesejahteraan yang di pakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan, dan gizi kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik.adapun hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial.makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial membaik.
            hubungan ini dapat di jelaskan dengan menggunakan logika sederhana. jika PDB per kapita makin tinggi, maka daya beli masyarakat,kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik, sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebasan memilih pekerjaan dan massa depan , kondisinya makin meningkat.
            masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial.sebab PDB hanya menghitung autput yang di anggap memenuhi kebutuhan fisik / materi yang dapat di ukur dengan nilai uang.PDB tidak menghitung output yang tidak terukur misalnya ketenagan batin yang di peroleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama / spiritual.

c. PDB Perkapita dan Masalah Produktivitas
            Angka PDB perkapita dapat mencerminkan tingkat produktivitas suatu negara.
untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara ,ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :
            1. Jumlah dan Komposisi Penduduk
                        bila jumlah penduduk makin besar,sedangkan komposisinya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15 - 64 tahun) dan pendidikan tinggi maka  tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
            2. Jumlah dan Struktur kesempatan kerja
                        Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi.tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas.sekalipun kesempatan kerja sangat besar,tetapi semuanya adalah kesempatan kerja sektor pertanian,produktivitas kerja juga tidak tinggi.sebab sektor pertanian umumnya memberi nilai tambah yang rendah.jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa) , maka output per kapita akan relatif tinggi , karena nilai tambah ke dua sektor tersebut amat tinggi.
            3. Faktor - faktor Nonekonomi
                        Yang mencangkup dalam faktor - faktor non ekonomi antara lain etika kerja,tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan.Jepang pantas menjadi negara yang produktif sebab jumlah penduduk yang banyak , berpendidikan ,tinggi , dan umumnya bekerja di sektor mdern,mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjunjung tinggi kejujuran dan penghargaan senior.
                       

















































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar